• Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Cyber
Sunday, March 29, 2026
  • Login
  • Home
  • NASIONAL
  • SULTENG
  • OPINI
  • POLITIKA
  • LIFESTYLE
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • HUKUM & KRIMINAL
No Result
View All Result
  • Home
  • NASIONAL
  • SULTENG
  • OPINI
  • POLITIKA
  • LIFESTYLE
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • HUKUM & KRIMINAL
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • NASIONAL
  • SULTENG
  • OPINI
  • POLITIKA
  • LIFESTYLE
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • HUKUM & KRIMINAL
Home OPINI

Tragedi Emas di Bumi “Parigata”: Hilangnya Hutan dan aset-aset produksi Masyarakat (Lahan Pertanian, Perkebunan) Pencemaran Lingkungan & Sumber Air Bersih

Yoga by Yoga
November 28, 2025
in OPINI
Reading Time: 3 mins read
0
Analisis Kritis Pesan Kapolda Sulteng dalam Go Polda Sulteng 2025: Antara Reformasi dan Realitas Kinerja

DEDI ASKARY, S.H.

Share on WhatsappShare on Facebook

Oleh: DEDI ASKARY, S.H.

ADVERTISEMENT

Pendahuluan

Parigi Moutong (Parimo), sebuah kabupaten yang kaya akan sumber daya alam di Sulawesi Tengah, kini menghadapi ancaman serius akibat maraknya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Aktivitas ilegal ini, meskipun menjanjikan keuntungan ekonomi sesaat, telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang masif dan mengancam keberlanjutan kehidupan masyarakat setempat. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dampak PETI di Parimo, khususnya terkait hilangnya hutan dan lahan pertanian produktif, serta pencemaran sungai dan sumber-sumber air bersih.

Hilangnya Hutan dan Lahan Pertanian Produktif

Salah satu dampak paling nyata dari PETI di Parimo adalah hilangnya tutupan hutan dan lahan pertanian produktif. Para penambang ilegal membuka lahan secara serampangan, menebang pohon-pohon, dan menggali tanah untuk mencari emas. Akibatnya, hutan-hutan yang berfungsi sebagai penyangga kehidupan dan sumber keanekaragaman hayati semakin menyusut. Lahan-lahan pertanian yang subur pun berubah menjadi kubangan-kubangan besar yang tidak produktif.

Hilangnya hutan dan lahan pertanian ini memiliki konsekuensi yang sangat serius bagi masyarakat Parimo yang di kenal sebagai penghasil padi dan kakao terbesar di Sulteng serta Kabupaten penghasil Durian premium ini. Hutan yang gundul, tidak lagi mampu menahan air hujan, sehingga meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor. Lahan pertanian yang rusak menyebabkan penurunan produksi pangan, yang dapat mengancam ketahanan pangan dan meningkatkan angka kemiskinan. Selain itu, hilangnya hutan dan lahan pertanian juga berdampak negatif terhadap mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dan kehutanan.

Pencemaran Sungai dan Sumber-Sumber Air Bersih

Selain merusak hutan dan lahan pertanian, PETI juga menyebabkan pencemaran sungai dan sumber-sumber air bersih di Parimo. Para penambang ilegal menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida untuk memisahkan emas dari material lainnya. Bahan-bahan kimia ini kemudian dibuang ke sungai dan sumber-sumber air tanpa melalui proses pengolahan yang benar.

Baca Juga :  Bahodopi Miniatur Indonesia, FKUB dan PT IMIP Perkuat Toleransi di Kawasan Industri

Pencemaran air akibat PETI memiliki dampak yang sangat merugikan bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Merkuri adalah logam berat yang sangat beracun dan dapat menyebabkan kerusakan saraf, ginjal, dan organ tubuh lainnya. Sianida juga merupakan bahan kimia yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian jika tertelan dalam jumlah yang cukup besar. Pencemaran air akibat PETI dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare, muntaber, dan keracunan. Selain itu, pencemaran air juga dapat membunuh ikan dan organisme air lainnya, yang dapat mengganggu ekosistem sungai dan sumber air.

Analisis dan Rekomendasi

Dari analisis di atas, jelas bahwa PETI telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat parah di Parimo. Hilangnya hutan dan lahan pertanian produktif, serta pencemaran sungai dan sumber-sumber air bersih, mengancam keberlanjutan kehidupan masyarakat setempat, lebih jauh bahkan menjadi penyebab utama terjadinya krisis ekologis, bahkan lebih parah dari itu terjadi proses pembongkaran lanskap sosial dan kultural secara sistematis. Kerusakan lingkungan dipastikan berimplikasi terhadap ruang hidup, memori dan makna hidup komunitas adat yang status haknya bahkan masih ada yang belum diakui oleh negara, dalam konteks inilah, konflik pertambangan (yang berizin maupun yg tak berizin) bukan hanya mengambil tanah, tetapi juga berpotensi menghapus sejarah, meredam suara lokal, dan menciptakan luka ekologis yang diwariskan pada lintas generasi, sekarang dan akan datang,

Oleh karenanya, diperlukan tindakan yang tegas dan komprehensif untuk mengatasi masalah PETI di Parimo.

Beberapa rekomendasi yang dapat dipertimbangkan antara lain:

• Penegakan Hukum yang Lebih Tegas: Meningkatkan penegakan hukum terhadap aktivitas PETI ilegal, dengan memberikan sanksi yang berat bagi pelaku dan pihak-pihak yang terlibat.

• Pengawasan yang Lebih Ketat: Meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di Parimo, terutama di wilayah-wilayah yang rawan PETI.

Baca Juga :  Sulawesi Tengah dalam ancaman ekologi yang mengerikan

• Rehabilitasi Lingkungan: Melakukan rehabilitasi terhadap lahan-lahan yang rusak akibat PETI, serta membersihkan sungai dan sumber-sumber air yang tercemar, kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama lintas OPD dengan Leading sector utamanya adalah BPLHK Kabupaten Parigi Moutong.

• Pemberdayaan Masyarakat: Memberikan pelatihan keterampilan dan modal usaha kepada masyarakat lokal agar mereka dapat beralih ke mata pencaharian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

• Sosialisasi dan Edukasi: Meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya PETI dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

• Pengembangan Alternatif Mata Pencaharian: Mengembangkan sektor-sektor ekonomi alternatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, seperti pariwisata, pertanian organik, dan kerajinan tangan.

Kesimpulan

Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) merupakan ancaman serius bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat di Parigi Moutong. Kerusakan hutan, hilangnya lahan pertanian produktif, dan pencemaran sumber air bersih adalah dampak nyata dari aktivitas ilegal ini. Pemerintah daerah, masyarakat lokal, dan pihak-pihak terkait perlu bekerja sama untuk mengatasi masalah PETI secara komprehensif dan berkelanjutan. Dengan tindakan yang tegas dan terpadu, diharapkan kerusakan lingkungan akibat PETI dapat dihentikan dan Parimo dapat kembali menjadi daerah yang hijau, subur, dan sejahtera.

Penulis Tinggal di Mbaliara, Parigi Barat, Pernah menjabat Deputy Direktur Walhi Sulteng, Direktur Eksekutif Lemnaga Pengembangan Study Hukum & Advokasi HAM Sulteng,
Konsultan riset Ketahan Pangan
di Lembah Baliem (Wamena) Kab. Jayawijaya Papua tahun 2004, & Ketua Komnas HAM Perwakilan Sulteng.

Tags: Parigi Moutongpertambangan emasPETISulawesi Tengah
SendShareTweet
Previous Post

Pembangunan Industeri hilir agro-komoditas di Parimo sebagai wujud Pemenuhan Hak Ekonomi, Sosial & Budaya Masyarakat

Next Post

Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Atasi Insiden Simulasi Darurat di Fuel Terminal Luwuk

Yoga

Yoga

Next Post
Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Atasi Insiden Simulasi Darurat di Fuel Terminal Luwuk

Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Atasi Insiden Simulasi Darurat di Fuel Terminal Luwuk

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest

5 Tips Mudah Merumuskan Tujuan Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

December 31, 2022

Guru Perlu Tahu! Begini Alternatif Cara Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

January 21, 2023

5 Tips Mudah Merumuskan Tujuan Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka (lanjutan)

January 7, 2023

Mengelola Ruang Kelas Agar Tidak Menjadi “Penjara” Bagi Siswa

January 14, 2023
Siapkan Rp 80 Miliar, Tahun Ini Pemkab Poso Bangun Rumah Sakit Baru Di Maliwuko

Siapkan Rp 80 Miliar, Tahun Ini Pemkab Poso Bangun Rumah Sakit Baru Di Maliwuko

1
alla Toyota Hadirkan Talkshow Bertajuk Tips Mengemudi Mobil Hemat BBM

Kalla Toyota Hadirkan Talkshow Bertajuk Tips Mengemudi Mobil Hemat BBM

0
Perayaan Ulang Tahun ke-44 Kota Palu Bakal Dimeriahkan Grup Band Padi Reborn dan Penyanyi Andmesh

Perayaan Ulang Tahun ke-44 Kota Palu Bakal Dimeriahkan Grup Band Padi Reborn dan Penyanyi Andmesh

0
Densus Tembak Mati Askar yang Jadi DPO Poso

Densus Tembak Mati Askar yang Jadi DPO Poso

0
Analisis Kritis Pesan Kapolda Sulteng dalam Go Polda Sulteng 2025: Antara Reformasi dan Realitas Kinerja

Sulawesi Tengah dalam ancaman ekologi yang mengerikan

March 18, 2026
Wujudkan Mimpi Punya Rumah, BTN Palu Buka Akses KPR Subsidi Khusus Wartawan dan Pelaku UMKM

Wujudkan Mimpi Punya Rumah, BTN Palu Buka Akses KPR Subsidi Khusus Wartawan dan Pelaku UMKM

March 16, 2026
Warisan Megalit Harus Lestari, Langkah Tegas Penertiban Jadi Pintu Kesejahteraan

Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Dikecam, Dinilai Ancaman Serius bagi Demokrasi

March 14, 2026
Lindungi Hak Perdata Anak, Kemenkum Sulteng dan BHP Makassar Perketat Pengawasan Perwalian

Lindungi Hak Perdata Anak, Kemenkum Sulteng dan BHP Makassar Perketat Pengawasan Perwalian

March 11, 2026

Recent News

Analisis Kritis Pesan Kapolda Sulteng dalam Go Polda Sulteng 2025: Antara Reformasi dan Realitas Kinerja

Sulawesi Tengah dalam ancaman ekologi yang mengerikan

March 18, 2026
Wujudkan Mimpi Punya Rumah, BTN Palu Buka Akses KPR Subsidi Khusus Wartawan dan Pelaku UMKM

Wujudkan Mimpi Punya Rumah, BTN Palu Buka Akses KPR Subsidi Khusus Wartawan dan Pelaku UMKM

March 16, 2026
Warisan Megalit Harus Lestari, Langkah Tegas Penertiban Jadi Pintu Kesejahteraan

Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Dikecam, Dinilai Ancaman Serius bagi Demokrasi

March 14, 2026
Lindungi Hak Perdata Anak, Kemenkum Sulteng dan BHP Makassar Perketat Pengawasan Perwalian

Lindungi Hak Perdata Anak, Kemenkum Sulteng dan BHP Makassar Perketat Pengawasan Perwalian

March 11, 2026

Penerbit Portal kabarinspirasi.id

PT. KABAR INSPIRASI MEDIA

Alamat Redaksi : Jalan Diponegoro No. 102, Kota Palu, Sulawesi Tengah

Email : kabarinspirasimedia22@gmail.com

Browse by Category

  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • Kategori Berita
  • Kesehatan
  • LIFESTYLE
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • POLITIKA
  • SULTENG

Recent News

Analisis Kritis Pesan Kapolda Sulteng dalam Go Polda Sulteng 2025: Antara Reformasi dan Realitas Kinerja

Sulawesi Tengah dalam ancaman ekologi yang mengerikan

March 18, 2026
Wujudkan Mimpi Punya Rumah, BTN Palu Buka Akses KPR Subsidi Khusus Wartawan dan Pelaku UMKM

Wujudkan Mimpi Punya Rumah, BTN Palu Buka Akses KPR Subsidi Khusus Wartawan dan Pelaku UMKM

March 16, 2026
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Cyber

© 2022 Copyright Kabar Inspirasi

No Result
View All Result
  • KABAR INSPIRASI
  • Kategori Berita
    • NASIONAL
    • SULTENG
    • POLITIKA
    • LIFESTYLE
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • HUKUM & KRIMINAL
    • OPINI
    • HIBURAN
  • Tentang Kami
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • Redaksi
  • Login

© 2022 Copyright Kabar Inspirasi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In