KABAR INSPIRASI, JAKARTA – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan di dunia kampus. Namun, di saat banyak mahasiswa terjebak pada risiko kecurangan atau kesalahan sistem, seorang mahasiswa dari Universitas Pertamina (UPER) justru berhasil “menjinakkan” teknologi ini hingga meraih prestasi prestisius di kancah nasional.
Adalah Iman Dwi Satrio, mahasiswa Ilmu Komputer UPER angkatan 2024, yang baru saja mencatatkan namanya dalam deretan elit Top 5 Google Student Ambassador (GSA) kategori Tier Trailblazer. Ini adalah kasta tertinggi dalam program tersebut. Tak main-main, Iman harus menyisihkan sekitar 12.000 pendaftar dari seluruh Indonesia. Dari 800 duta yang terpilih, hanya lima orang yang berhasil menduduki posisi puncak ini.
Kunci kesuksesan Iman terletak pada visinya mengenai penggunaan AI yang etis. Baginya, AI bukan “tukang sulap” yang bisa memberikan jawaban instan, melainkan mitra belajar (learning partner) untuk memperdalam konsep yang rumit.

“Sebagai lulusan SMK, saya sempat merasa tertinggal pada awal perkuliahan. Di situlah saya mulai memanfaatkan AI sebagai partner belajar untuk memahami konsep-konsep sulit. Namun, penggunaannya harus bijak. Saya menggunakannya untuk merangkum materi, mencari alternatif penjelasan, atau mensimulasikan kode, bukan menyalin jawaban. Setiap hasil tetap saya verifikasi agar tidak terjebak informasi keliru atau hallucination, sehingga proses berpikir dan integritas akademik tetap terjaga,” ungkap Iman (26/2).
Metode belajar Iman yang reflektif ini menarik perhatian Google dan Dicoding. Penilaian mutlak diberikan pada kedalaman materi yang mampu mengubah cara mahasiswa belajar secara mandiri, kritis, dan bertanggung jawab.
“Dari 800 Google Student Ambassador yang terpilih, hanya lima orang yang mencapai Tier Trailblazer. Google dan Dicoding menitikberatkan penilaian dalam tantangan yang diberikan yaitu pada kualitas dan kedalaman materi yang disampaikan tersebut mampu mengubah cara mahasiswa belajar,” ujar Iman.
Keberhasilan ini membawa Iman pada kesempatan eksklusif berdiskusi langsung dengan petinggi Google Indonesia serta meraih sertifikasi Google Cloud Generative AI Leader. Di kampus, Iman pun tak pelit ilmu. Ia giat melakukan mentorship dan merancang komunitas #TeamGoogle UPER sebagai wadah mencetak talenta digital masa depan.
Capaian gemilang ini disambut bangga oleh Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU. Menurutnya, prestasi Iman adalah bukti bahwa kurikulum UPER sukses mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas di era digital.
“Universitas Pertamina tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga lingkungan yang membentuk pemimpin masa depan yang berintegritas, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal ini diwujudkan, salah satunya, melalui peminatan Artificial Intelligence pada Program Studi Ilmu Komputer yang menekankan pemanfaatan teknologi secara bijak dan memberikan manfaat nyata,” tutup Prof. Wawan.
Kini, melalui sosok Iman, Universitas Pertamina membuktikan bahwa integritas akademik dan teknologi canggih bisa berjalan beriringan untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. (*/ys)











