KABAR INSPIRASI, PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, secara resmi membuka arus lalu lintas (open traffic) Jembatan Palu IV dan Elevated Road, Jumat (13/2). Momentum ini bukan sekadar urusan transportasi, melainkan proklamasi kebangkitan infrastruktur Bumi Tadulako dari puing bencana dahsyat 2018 silam.
Kawasan Jembatan Palu IV seketika menjadi pusat perhatian. Hadir dengan desain yang lebih modern dan diklaim lebih tangguh, jembatan ini kembali berdiri sebagai simbol harapan. Wagub Reny, yang hadir mewakili Gubernur Sulteng, menitipkan pesan mendalam agar kemegahan ini tak dirusak oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.
“Jembatan ini adalah aset bersama, mari kita jaga dengan baik,” tegas Wagub. Ia mengingatkan dengan keras agar tidak ada lagi aksi vandalisme, coret-coretan, maupun perusakan fasilitas penerangan yang kerap menghantui fasilitas publik.
Kehadiran dr. Reny di lokasi peresmian terasa sangat emosional. Sebagai warga asli Kampung Lere, ia merasakan ikatan batin yang kuat dengan kawasan tersebut. Tragedi 28 September 2018 saat ia menjabat sebagai Kadis Kesehatan masih terekam jelas di ingatannya.
“Saya orang Kampung Lere, sehingga saya merasa wajib hadir karena ini adalah aset yang sangat dekat dengan masyarakat di sini,” ungkapnya haru.
Tak lupa, Wagub memberikan apresiasi tinggi kepada tokoh-tokoh di balik layar, mulai dari Gubernur periode 2021-2025 Rusdy Mastura yang sukses mengurai benang kusut pembebasan lahan, hingga dukungan penuh Presiden RI Prabowo Subianto, Kementerian PUPR, serta Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Sisi ekonomi pun tak luput dari perhatian. Wagub meminta Pemkot Palu untuk merangkul para pelaku UMKM, khususnya pedagang lokal asal Kampung Lere agar bisa kembali berdenyut namun tetap dalam tatanan yang rapi dan indah.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng, Ir. Bambang Razak, menjelaskan bahwa proyek yang didukung penuh oleh pemerintah Jepang melalui JICA ini akan segera diserahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kota Palu.
“Keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama. Kami telah melakukan dua kali rapat forum lalu lintas lintas provinsi dalam rangka persiapan open traffic ini,” jelas Bambang.
Seremoni pemotongan pita secara simbolis menandai dimulainya era baru transportasi di Teluk Palu. Meski sudah bisa dilintasi, peresmian secara paripurna dijadwalkan bakal digelar pada April mendatang. Kota Palu kini punya ikon baru yang tak hanya cantik dipandang, tapi juga tangguh menantang zaman. (*/ys)











