KABAR INSPIRASI, PALU — Kabar segar berembus bagi para kuli tinta dan penggerak ekonomi kecil di Sulawesi Tengah. Di tengah momentum hangat buka puasa bersama, PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Palu membawa angin segar berupa peluang kepemilikan hunian layak melalui program rumah subsidi. Program besutan pemerintah ini dirancang khusus untuk menyentuh para wartawan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini mendambakan rumah pribadi.
Bertempat di salah satu kafe di Kota Palu, Minggu (15/3), Branch Manager BTN Cabang Palu, Sigit Sulistyo, memaparkan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja media. Tak main-main, kuota nasional yang disiapkan mencapai ribuan unit.
“Program ini menyediakan 1.000 unit rumah subsidi bagi wartawan di seluruh Indonesia, dengan target peningkatan menjadi 5.000 unit pada tahun 2026,” ujar Sigit didampingi Deputy Branch Manager Ari Sumule.
Fasilitas ini menjadi oase bagi wartawan kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum memiliki rumah atau belum pernah mencicipi subsidi negara. Dengan plafon penghasilan maksimal Rp7 juta hingga Rp8 juta, program ini menyasar jurnalis lokal hingga freelance yang seringkali terkendala administrasi perbankan konvensional. Negara memandang kebijakan ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi pers dalam menjaga pilar demokrasi.
Tak hanya untuk jurnalis, BTN juga merangkul pelaku UMKM dengan batas penghasilan di bawah Rp9 juta per bulan. Skemanya pun dibuat “ramah kantong”, yakni cicilan di kisaran Rp1 jutaan per bulan dengan tenor panjang hingga 15 tahun.
“Bagi yang belum jelas bisa mendatangi kantor Bank BTN terdekat. Dipastikan prosesnya cepat,” tegas Sigit meyakinkan para tamu yang hadir.
Secara teknis, program ini didukung oleh sinergi lintas kementerian, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital serta BP Tapera. Untuk menjaga akurasi data, verifikasi nantinya akan melibatkan Dewan Pers dan Badan Pusat Statistik (BPS). Calon penerima cukup menyiapkan bukti administratif dasar, seperti surat keterangan belum memiliki rumah dari kelurahan atau desa setempat.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi para insan pers dan pelaku usaha di daerah untuk segera mengambil peluang emas ini. Dengan dukungan pembiayaan yang ringan, memiliki hunian layak di Bumi Tadulako bukan lagi sekadar impian di atas kertas. (*/ys)











