KABAR INSPIRASI – Program pembinaan kemandirian warga binaan di Sulawesi Tengah kembali menunjukkan hasil nyata. Panen Raya Serentak Pemasyarakatan yang digelar secara nasional, Kamis (15/1/2026), mencatat capaian signifikan dari sektor pertanian dan perkebunan yang dikelola langsung oleh warga binaan.
Kegiatan nasional tersebut dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon dan dipimpin langsung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Untuk wilayah Sulawesi Tengah, panen raya dipusatkan di Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Palu yang berlokasi di Desa Langaleso, Kabupaten Sigi.
Berdasarkan data yang dihimpun Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah, sebanyak 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan terlibat dalam kegiatan ini. Dari 12 jenis komoditas pertanian yang dikembangkan di lahan seluas 18.407 meter persegi, total hasil panen mencapai 1.003 kilogram.
Komoditas jagung menjadi hasil panen terbanyak dengan capaian 200 kilogram. Seluruh hasil panen tersebut menghasilkan nilai penjualan sebesar Rp6.685.000, dengan estimasi keuntungan bersih Rp2.646.000. Dari jumlah itu, 50 persen keuntungan dialokasikan langsung untuk mendukung pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.
Kegiatan panen raya ini juga melibatkan 90 peserta, terdiri dari 64 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), 4 anak binaan, serta 22 klien pemasyarakatan yang terlibat aktif sejak proses pengolahan lahan hingga panen.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah, Rakhmat Renaldy, menegaskan bahwa panen raya ini merupakan indikator keberhasilan program pembinaan berbasis kemandirian yang dijalankan jajaran pemasyarakatan.
“Panen raya ini bukan sekadar memanen hasil pertanian, tetapi juga memanen harapan. Warga binaan dibekali keterampilan, etos kerja, dan kepercayaan diri agar siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif,” ujarnya.
Rakhmat menambahkan, keberhasilan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak.
“Melalui SAE, pemasyarakatan kini tidak hanya menjadi ruang pembinaan, tetapi juga pusat edukasi dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Panen raya tersebut turut dihadiri Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah Bagus Kurniawan, Kepala Kanwil Kementerian HAM Sulawesi Tengah Mangatas Nadeak, unsur pemerintah daerah, serta mitra kerja terkait.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenkum Sulawesi Tengah berharap program pembinaan kemandirian warga binaan terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan serta pembangunan sumber daya manusia di daerah. (*/ys)











