KABAR INSPIRASI, PALU – Gema dzikir dan doa membubung tinggi di pelataran Masjid Raya Baitul Khairaat, Minggu (22/2). Momentum tasyakuran satu tahun kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido dalam balutan program “Sulteng BERANI” bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan proklamasi atas menguatnya fondasi pembangunan di Bumi Tadulako.
Hadir di tengah ribuan warga, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng), Rakhmat Renaldy, memberikan apresiasi atas capaian Anwar-Reny. Di bawah mereka, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 melesat tajam, dibarengi pertumbuhan ekonomi yang kokoh di posisi kedua tertinggi se-Sulawesi.
Gubernur Anwar Hafid dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian satu tahun ini merupakan batu pijakan untuk lompatan yang lebih jauh.
“Ini baru satu tahun, pondasi sudah kita bangun. Ke depan kita akan bekerja lebih keras agar hasilnya semakin nyata dirasakan masyarakat,” ujar Anwar Hafid dengan penuh optimisme.
Menyambut visi tersebut, Rakhmat Renaldy menyatakan bahwa setiap gerak pembangunan harus dibarengi dengan perlindungan hukum yang presisi. Kanwil Kemenkum Sulteng memposisikan diri sebagai mitra strategis untuk memastikan program-program prioritas seperti BERANI Cerdas dan BERANI Sehat berjalan di atas rel regulasi yang benar.
“Kanwil Kemenkum Sulteng siap bersinergi memastikan setiap kebijakan strategis daerah memiliki landasan hukum yang kuat, harmonis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Pembangunan yang berkelanjutan harus ditopang oleh regulasi yang adaptif dan berkualitas,” tegas Rakhmat Renaldy.
Ia menyoroti betapa krusialnya payung hukum bagi program bantuan pendidikan yang akan kembali dibuka pada April 2026 mendatang, hingga layanan kesehatan gratis hanya bermodal KTP. Tak hanya itu, ambisi pembukaan penerbangan internasional dan peningkatan status Bandara Mutiara SIS Al-Jufri menjadi embarkasi haji juga membutuhkan harmonisasi produk hukum daerah agar investasi mengalir lancar.
Bagi Rakhmat, kunci sukses masa depan Sulawesi Tengah terletak pada sinkronisasi antara eksekutif dan otoritas hukum.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan Kanwil Kemenkum Sulteng merupakan kunci dalam menghadirkan kepastian hukum, mendorong investasi, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. Kami optimis, dengan fondasi yang telah dibangun, Sulteng akan semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan pelepasan Tim Safari Ramadan Pemprov Sulteng Tahun 2026. Hal ini menandai dimulainya syiar pembangunan yang akan merambah hingga pelosok kabupaten/kota, membawa semangat “BERANI” menuju masyarakat yang lebih sejahtera. (*/ys)











