KABAR INSPIRASI, SIGI — Duka mendalam yang menyelimuti warga terdampak bencana alam di Kabupaten Sigi memantik kepedulian nyata dari instansi vertikal. Sebagai bentuk solidaritas tanpa batas, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Kanwil Ditjen Imigrasi) Sulawesi Tengah bergerak cepat menyalurkan paket bantuan kemanusiaan guna meringankan beban para korban gempa bumi, Selasa (23/6).
Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah, Arief Hazairin Satoto. Rombongan membawa ratusan paket kebutuhan pokok dan menyerahkannya secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melalui Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, bertempat di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi. Penyerahan logistik darurat ini turut disaksikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sigi, Ardiansyah, beserta jajaran pejabat administrator keimigrasian.
Langkah taktis ini menjadi bagian dari komitmen besar jajaran imigrasi di bawah arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko. Keduanya kerap menekankan agar institusi keimigrasian tidak hanya kaku pada fungsi pelayanan dokumen dan pengawasan rute internasional, melainkan wajib peka dan hadir sebagai solusi di tengah situasi darurat domestik.
Kakanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah, Arief Hazairin Satoto, mengungkapkan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil gotong royong dan empati mendalam dari seluruh keluarga besar insan imigrasi di Sulawesi Tengah.
“Bencana adalah ujian yang membutuhkan kebersamaan dan gotong royong dari seluruh elemen bangsa. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak serta menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita untuk bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala,” tutur Arief Hazairin Satoto dengan nada penuh empati.
Apresiasi tinggi langsung datang dari Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, yang juga mengomandani Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kabupaten Sigi. Menurutnya, pasokan logistik ini menjadi suplemen moral dan fisik yang sangat berharga bagi warga di masa-masa sulit pemulihan daerah.
Tak berhenti pada seremonial di posko utama BPBD, Arief Hazairin Satoto bersama tim jajaran hilir imigrasi melanjutkan perjalanan darat menembus Kecamatan Palolo—salah satu titik episentrum yang mengalami dampak kerusakan bangunan cukup parah. Di lokasi tersebut, tim berdialog langsung dengan warga di tenda pengungsian sembari mendistribusikan bantuan langsung dari pintu ke pintu (door-to-door), memupuk asa agar Sigi bisa segera pulih dan bangkit lebih kuat. (*/ys)










