KABARINSPIRASI.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia terus memacu agenda strategis dengan menyiapkan 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional bernilai fantastis mencapai Rp618,13 triliun. Meliputi sektor minyak dan gas, petrokimia, hingga energi terbarukan, mega proyek ini membutuhkan sokongan kuat dari dunia perguruan tinggi melalui pengembangan riset dan inovasi yang presisi dengan kebutuhan industri. Mengambil peran sentral tersebut, Universitas Pertamina (UPER) menegaskan komitmennya untuk memperkuat orientasi penelitian agar tidak sekadar berhenti di atas kertas publikasi, melainkan menjelma menjadi solusi nyata bagi ketahanan energi bangsa.

Rektor Universitas Pertamina periode 2026–2031, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, mengungkapkan bahwa UPER siap melakukan pergeseran paradigma riset. Menurutnya, kedekatan UPER dengan ekosistem industri energi nasional memberikan keuntungan strategis untuk menjembatani hasil penelitian laboratorium langsung ke ranah aplikasi industri. Pihaknya mengusung arah baru berupa research for value creation, di mana karya ilmiah akademisi didorong hingga tahap adopsi, hilirisasi inovasi, serta komersialisasi demi memberikan dampak konkret bagi industri dan masyarakat luas.
Langkah berani ini ditopang oleh rekam jejak dan kapasitas riset yang sangat solid di lingkungan UPER. Hingga tahun 2025, kampus energi ini telah menelurkan lebih dari 1.200 penelitian, 2.500 publikasi ilmiah, serta mengantongi lebih dari 370 paten dan hak cipta. Modal sosial UPER semakin diperkuat melalui jejaring kemitraan yang luas bersama lebih dari 90 institusi di sektor energi serta mitra internasional. Modal berharga ini menjadi pijakan utama bagi UPER untuk terus memperluas kolaborasi riset global dan memuluskan jalan komersialisasi hasil inovasi.
Tak hanya berfokus pada ketahanan energi, UPER juga menyelaraskan agenda risetnya dengan komitmen pembangunan berkelanjutan melalui keberadaan Sustainability Center. Pusat kajian ini difokuskan untuk mengawal transisi menuju sistem energi yang lebih hijau sesuai target Sustainable Development Goals (SDGs). Prof. Ichsan menegaskan bahwa transisi energi bukan hanya perihal mengganti sumber energi, melainkan memerlukan penguasaan teknologi, inovasi berkelanjutan, dan penyiapan SDM unggul. Di situlah perguruan tinggi hadir menjawab tantangan masa depan.
Guna merealisasikan visi besar tersebut dalam lima tahun ke depan, UPER merancang pengembangan Energy Innovation Hub. Wadah ekosistem ini akan mempertemukan para dosen, mahasiswa, pelaku industri, serta peneliti nasional maupun internasional dalam skema co-creation. Dilengkapi dengan pipeline hilirisasi yang tertata rapi, UPER optimistis persoalan riil di dunia industri dapat dijawab secara tepat. Lewat integrasi riset dan pendidikan karakter yang adaptif serta berintegritas, Universitas Pertamina siap mencetak talenta dan inovasi terbaik demi mengawal transformasi energi Indonesia. (*/ys)










