KABAR INSPIRASI, PALU – Napas religius menyelimuti halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada Jumat (6/3) petang. Di bawah langit senja Ramadan, agenda buka puasa bersama bertajuk “Sulteng Nambaso” menjadi panggung persatuan antara Pemerintah Provinsi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Tak sekadar makan bersama, momentum ini menjadi titik tolak penguatan karakter generasi muda di Bumi Tadulako.
Hadir di tengah kerumunan tokoh agama dan ratusan pelajar Kota Palu, Kepala Kanwil Kemenkum Sulawesi Tengah, Rakhmat Renaldy, memberikan dukungan penuh terhadap visi besar pembangunan manusia di daerah ini. Ia tampak akrab berbaur dengan jajaran Forkopimda dalam kegiatan yang dirancang untuk mempererat silaturahmi lintas instansi tersebut.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam arahannya memberikan suntikan semangat yang mendalam bagi para siswa yang hadir. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi dari kualitas moral para penerusnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Anwar Hafid secara resmi mendeklarasikan dua gerakan revolusioner: “Siswa Sulteng Cinta Masjid” dan “Gerakan Siswa Sulteng Perang Melawan Narkoba”.
“Anak-anak Sulawesi Tengah harus memiliki akhlak yang baik, mencintai tempat ibadah, dan memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba. Masa depan daerah ini ada di tangan mereka,” ujar Gubernur Anwar Hafid yang disambut antusias oleh para peserta.
Menanggapi hal tersebut, Rakhmat Renaldy menilai bahwa langkah Pemprov Sulteng sangat selaras dengan misi Kemenkum dalam menyebarkan kesadaran hukum sejak dini. Baginya, Ramadan adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai spiritualitas yang sekaligus memperkuat fondasi hukum di dalam diri remaja.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana kebersamaan dan spiritualitas. Kami di Kanwil Kemenkum Sulteng mendukung penuh upaya Pemerintah Provinsi dalam membentuk generasi muda yang berakhlak baik, taat hukum, serta memiliki kesadaran untuk menjauhi narkoba,” tegas Rakhmat Renaldy.
Rakhmat menambahkan, pembentukan karakter adalah tanggung jawab kolektif. Tanpa integritas dan ketaatan hukum, kemajuan teknologi dan ekonomi akan rapuh. Ia optimistis, jika generasi muda dididik dengan nilai religius dan jauh dari jeratan narkotika, Sulawesi Tengah akan memiliki fondasi kepemimpinan yang kuat di masa depan.
“Kami percaya bahwa generasi muda yang memiliki nilai religius, integritas, dan kesadaran hukum yang baik akan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan Sulawesi Tengah,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan tausiah singkat yang menyejukkan hati sebelum beduk berbuka bertalu. Melalui “Sulteng Nambaso”, sinergi antara Pemprov dan instansi vertikal seperti Kemenkum semakin solid, mengukuhkan komitmen bersama untuk membangun Sulawesi Tengah yang lebih religius dan berintegritas. (*/ys)











