KABAR INSPIRASI, PALU – Ambisi Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) untuk meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2026 bukan sekadar isapan jempol. Senin (30/3), otoritas hukum di Sulawesi Tengah ini resmi menetapkan Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas (ZI) sebagai mesin penggerak utama perubahan di internal organisasi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk akselerasi reformasi birokrasi yang lebih transparan dan akuntabel. Tak tanggung-tanggung, struktur tim yang dibentuk menyentuh seluruh lini, mulai dari pucuk pimpinan hingga pelaksana teknis di lapangan. Fokusnya tajam: membedah enam area perubahan, mulai dari manajemen SDM, penguatan pengawasan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menegaskan bahwa tim ini memikul tanggung jawab besar untuk mengubah kultur kerja lama menjadi budaya kerja yang penuh integritas. Bagi Rakhmat, predikat WBBM adalah muara dari proses panjang pelayanan yang jujur dan efektif.
“Zona Integritas bukan hanya tentang pemenuhan indikator, tetapi bagaimana membangun sistem kerja yang berorientasi pada transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat,” tegas Rakhmat Renaldy dalam keterangannya.
Ia menambahkan, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada napas konsistensi seluruh jajaran. Rakhmat tak ingin pembentukan tim ini hanya berhenti di atas kertas sebagai formalitas administratif semata. Ia menuntut bukti nyata melalui inovasi layanan yang memudahkan masyarakat di Sulawesi Tengah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap lini organisasi bergerak dalam satu visi yang sama, yaitu menghadirkan birokrasi yang bersih, efektif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Dengan penetapan tim kerja ini, Kanwil Kemenkum Sulteng kini berada di jalur cepat (fast track) menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern. Lingkungan kerja yang adaptif dan inovatif diharapkan mampu lahir dari rahim Zona Integritas ini, sekaligus menjadi kado manis bagi masyarakat Sulawesi Tengah yang mendambakan kepastian hukum dan layanan publik yang bersih tanpa celah penyimpangan. (*/ys)











