KABAR INSPIRASI, JAKARTA – Indonesia kembali memperkuat eksistensinya di panggung seni pertunjukan internasional.
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mengikutsertakan Manajemen Talenta Nasional (MTN) dalam ajang Wanderlust Festival di Mongolia yang berlangsung pada 14 hingga 25 April 2026.
Festival tersebut merupakan perhelatan seni pertunjukan keliling yang ditujukan bagi anak dan remaja, sekaligus menjadi ruang kolaborasi lintas negara dalam memperluas akses seni berkualitas, khususnya di wilayah terpencil.
Keikutsertaan Indonesia menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan talenta seni budaya nasional agar mampu bersaing di tingkat global.
Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya merupakan program prioritas nasional yang dirancang untuk mengembangkan talenta Indonesia melalui pendekatan sistematis dan berkelanjutan.
Program ini juga membuka akses terhadap peningkatan kapasitas, jejaring profesional, dan peluang pasar di tingkat nasional maupun internasional.
Pada fase Rekognisi Internasional, MTN memberikan dukungan bagi talenta unggul untuk tampil dalam festival, pameran, forum, hingga berbagai platform global lainnya.
Partisipasi dalam Wanderlust Festival menjadi salah satu implementasi nyata dari program tersebut.
Wanderlust Festival sendiri terselenggara melalui kolaborasi antara Indonesia, Mongolia, Nepal, serta Uni Eropa.
Festival perdana digelar di Mongolia, kemudian dijadwalkan berlanjut ke Indonesia dan Nepal.
Fokus utama kegiatan ini adalah menghadirkan seni pertunjukan berkualitas bagi anak dan remaja, sekaligus memperkuat kerja sama antarnegara di sektor kebudayaan.
Sebagai organisasi yang berfokus pada pengembangan Theatre for Young Audiences (TYA), Tamasja-ASSITEJ Indonesia memegang peran penting dalam pengiriman delegasi Indonesia ke Mongolia.
Delegasi Indonesia terdiri atas lima perwakilan, yakni Abdul Khafizd Amrullah sebagai Festival Director Wanderlust Indonesia, Petra Patria Diah Paramita sebagai Festival Co-Director Wanderlust Indonesia, Tita Dian Wulansari dan Ricky Setiawan dari Kahanane Project, serta Afina Yanur Alfilayalin sebagai pendongeng peserta Next Generation Residency Program.
Kehadiran delegasi Indonesia di festival tersebut diharapkan mampu memperluas jejaring internasional, membuka peluang kolaborasi baru, serta memperkenalkan kekayaan seni pertunjukan Indonesia kepada dunia.
Langkah ini juga menegaskan bahwa diplomasi budaya melalui seni menjadi instrumen strategis dalam memperkuat citra Indonesia di panggung global. ***











