KABAR INSPIRASI, PALU — Produk-produk khas Sulawesi Tengah kini bersiap naik kelas. Tak ingin sekadar bangga dengan kekhasan rasa atau kualitas, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) tancap gas mendorong produk Indikasi Geografis (IG) daerah ini menembus pasar internasional. Strateginya? Dengan duplikasi sukses komersialisasi produk yang telah teruji di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Langkah strategis ini dimatangkan dalam kegiatan Koordinasi Layanan Kekayaan Intelektual (KI) yang digelar Rabu (11/2). Kanwil Kemenkum Sulteng tak ingin produk IG lokal hanya berhenti pada tahap perlindungan hukum, melainkan harus memiliki nilai tambah ekonomi yang nyata melalui pengemasan dan strategi branding yang mumpuni.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas tuntas mengenai penguatan tata kelola IG sebagai instrumen perlindungan karakteristik produk yang reputasinya melekat pada faktor geografis Sulteng. Mengadopsi model di Yogyakarta, Sulteng kini fokus pada integrasi antara aspek hukum, promosi identitas daerah, hingga perluasan akses pasar nasional dan global.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menegaskan bahwa IG adalah kunci untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Indikasi Geografis tidak hanya memberikan kepastian hukum atas produk unggulan daerah, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan nilai ekonomi dan reputasi produk. Oleh karena itu, penguatan layanan IG harus diiringi dengan strategi komersialisasi yang terarah dan berkelanjutan,” tegas Rakhmat.
Rakhmat Renaldy tak ingin sertifikat IG hanya menjadi pajangan dinding. Ia mendorong adanya ekosistem yang progresif agar produk-produk seperti kopi, tenun, atau hasil bumi Sulteng lainnya benar-benar kompetitif di mata dunia.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap produk Indikasi Geografis tidak berhenti pada tahap sertifikat, tetapi benar-benar berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional,” tambahnya penuh optimisme.
Dengan komitmen ini, Kanwil Kemenkum Sulteng mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah daerah hingga pelaku usaha—untuk bersinergi. Harapannya, identitas geografis Sulawesi Tengah tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi yang produktif dan berkelanjutan bagi kemajuan daerah. (*/ys)











