KABAR INSPIRASI, JAKARTA — Terobosan digitalisasi pelayanan publik yang digagas Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) kembali menyedot perhatian pusat. Kali ini, platform Sistem Layanan Hukum (SILAKUM) milik Kanwil Kemenkum Sulteng melesat ke tingkat nasional melalui pematangan salah satu fitur andalannya, Lintas KI (Kekayaan Intelektual).
Langkah integrasi dan penguatan layanan digital ini dibahas secara intensif dalam koordinasi bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI yang berlangsung di Ruang Kerja Dirjen KI, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Delegasi Kemenkum Sulteng yang dipimpin Kepala Divisi Pelayanan Hukum, I Putu Dharmayasa, didampingi Kepala Bidang Pelayanan KI, Aida Julpha Tangkere beserta tim, diterima langsung oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI), Hermansyah Siregar.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menegaskan bahwa Lintas KI dirancang bukan sekadar sebagai portal informasi pasif, melainkan sebagai hub kolaboratif digital. Fitur ini menjembatani pemerintah daerah, perguruan tinggi, Sentra KI, pelaku UMKM, peneliti, hingga komunitas kreatif di Sulawesi Tengah dalam satu ekosistem yang terpadu.
“Melalui Lintas KI yang tertanam di dalam aplikasi SILAKUM, kami ingin menghadirkan layanan hukum yang inklusif dan responsif. Masyarakat tidak hanya dipermudah dalam pendaftaran, tetapi juga mendapatkan pendampingan penuh serta akses informasi perlindungan Kekayaan Intelektual secara cepat dan transparan,” terang Rakhmat Renaldy secara terpisah.
Dalam pertemuan tersebut, Dirjen KI Hermansyah Siregar memberikan apresiasi sekaligus berbagai masukan strategis. DJKI menilai skema integrasi Lintas KI dalam SILAKUM memiliki potensi besar untuk dijadikan benchmark atau model percontohan nasional dalam menggerakkan ekosistem Kekayaan Intelektual berbasis wilayah.
Rakhmat menambahkan, masukan dari DJKI akan langsung diserap untuk memoles responsivitas sistem. Ke depan, Lintas KI bakal diproyeksikan sebagai instrumen utama dalam mengakselerasi pembinaan Sentra KI di kampus-kampus, mempromosikan komoditas lokal bernilai tambah tinggi, serta memperkuat koordinasi lintas instansi.
“Inovasi adalah jawaban atas tuntutan pelayanan publik masa kini. Kami berkomitmen terus menyempurnakan SILAKUM agar benar-benar membawa dampak nyata bagi peningkatan daya saing ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Tadulako,” tegas Rakhmat.
(*/ys)











